INSPIRASI : TIPS BERTAHAN DI MASA PANDEMI COVID - BERSAMA TEH NOENS

Bagaimana caranya bertahan di masa Pandemi Covid  ???



Beberapa waktu yang lalu kami berkunjung dan berbincang-bincang bersama ibu Hj Nuning Sekarningrum, Galery 37 Tangsel, salah satu komunitas kriya yang mendukung pelatihan dan pemasaran produk Rumah Pintar BSD City. Sangat seru dan menginspirasi.


Ibu yang akrab disapa dengan panggilan Teh Noen ini adalah salah satu penggiat craft yang aktif memberikan pengajaran, memotivasi ibu-ibu pengrajin untuk berkarya.


Bagi para pengrajin / pembuat kerajinan tangan, masa-masa seperti saat ini bisa jadi masa yang berat, kondisi ekonomi yang tidak menentu menyebabkan banyak orang akan lebih mendahulukan kebutuhan pokok daripada kebutuhan seperti hasil kerajinan tangan / craft, namun bukan berarti para crafter berkecil hati dan berhenti melakukan produksi, sementara waktu, saat ini banyak sekali crafter yang beralih produksi menjadi usaha kuliner.


Diakuinya, penjualan kerajinan tangan saat ini sedang sulit, tapi bukan berarti tidak ada penjualan sama sekali. " Saya lebih banyak di rumah saja, mengisi waktu dengan membuat eco print dan memperbaharui produk yang ada " ujarnya. 


"Untuk dapat bertahan, salah satunya yah dengan cara berkolaborasi, contohnya dengan produk kuliner yang saat ini  masih sangat bagus penjualannya, seperti yang saya lakukan, kebetulan ada teman yang usaha kuliner, kami bekerja sama, saya yang menyediakan kemasannya" lanjutnya.


" Kuncinya adalah Giat berusaha dan Kolaborasi "


Kolaborasi ini bisa menjadi alternatif peluang bagi para pengrajin untuk mendapat penghasilan. Dengan sigap, Teh Noens lalu memperlihatkan beberapa contoh tas kerajinan tangan yang sengaja dibuatnya untuk kemasan parcel snack acara. Cantik-cantik sekali produk tasnya dan sangat kreatif.


Kemasan merupakan salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan harga jual suatu produk. Kemasan yang baik akan mengangkat nilai jual produk yang dipasarkan, begitu juga sebaliknya. 


"Kolaborasi itu bagus, kue toplesan yang biasanya di jual per paket sekitar tiga ratus ribuan, dengan kemasan tas yang cantik bisa dijual sekitar enam ratus ribu rupiah, yah dengan begitu kerajinan tangan kita juga bisa terjual, sedangkan nilai jual dari kue kering pun ikutan meningkat dan customer juga senang karena kemasannya bisa digunakan lagi untuk jalan-jalan.  Dengan demikian, semuanya saling membantu" sahutnya dengan semangat.


Untuk produk craft sendiri, saat ini memang produksi masker, face shield dan baju medis masih bisa menjadi salah satu alternatif produksi yang menjanjikan dan dinikmati oleh masyarakat.


"Mendekorasi ulang kerajinan tangan yang sudah ada, lalu percantik dengan aksesoris, juga bisa menjadi pilihan bagi para crafter untuk berkreasi, ini sekaligus mengurangi biaya produksi namun menambah nilai jual produk yang ada. Contohnya tas anyam dan tas jeans bekas, jika di dekorasi / bisa ditambahkan dengan makrame, jadi untuk berkreasi tidak perlu membeli bahan baru. 

Posting Komentar

0 Komentar